Selamat Datang Di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar

Hardikda Bukti Bentuk Keistimewaan Aceh Bidang Pendidikan

Kategori : Pendidikan Senin, 05 September 2016 - Oleh admin

KBRN, Kota Jantho: Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh merupakan salah satu bentuk keistimewaan Aceh dalam rangka  memperkuat semangat dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini.

Penegasan itu  Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah dalam sambutan tertulis yang disampaikan  Sekdakab Aceh Besar Drs H Jailani Ahmad MM yang bertindak selaku pembina upacara pada upacara Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-57 di halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (5/9/2016).

“Kehadiran Hardikda ini tidak terlepas dari perjuangan para tokoh pendidikan Aceh dalam memperkuat basis pembangunan sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.

Oleh sebab itu, momentum Hardikda ini hadir dengan mengusung sejumlah makna, salah satunya sebagai wahana untuk instrospeksi diri atas program-program pendidikan yang telah dijalankan.

“Kita bersyukur bahwa program-program tersebut dijalankan dengan baik. Sebagai contoh, dalam tiga tahun terakhir ini kita telah mengefektifkan 11 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang menangani berbagai jenis peningkatan mutu pendidikan. Kita juga telah meningkatkan kapasitas ribuan tenaga pendidik dalam berbagai kompetensi,” sebutnya.     

Dengan kehadiran guru-guru yang berkompeten, kata Zaini Abdullah Aceh akan mampu melahirkan pelajar yang memiliki kreativitas dan kecerdasan yang tinggi. Selain itu, dalam upaya memajukan pendidikan Aceh,  sampai dengan 2015, sudah ada 2.989 putera-puteri Aceh yang menerima beasiswa penuh Pemerintah Aceh. 

Diantaranya saat ini sedang menuntut ilmu di berbagai belahan dunia, antara lain, untuk bidang agama, penerima beasiswa 3 tersebar di Mesir, Sudan, Tunisia, Arab Saudi, Yordania, Qatar dan Maroko.

Sementara untuk berbagai disiplin ilmu umum, para mahasiswa Aceh penerima beasiswa tersebar di di Jerman, Inggris, Belanda, Turki, Italia, Rusia, Francis, Spanyol, Finlandia, Amerika, Australia, Taiwan, Thailand, Jepang, China, Malaysia, Singapura, dan India.

“Perhatian bagi pendidikan anak yatim juga terus diberikan, sampai dengan 2015 sudah ada sekitar 450.000 anak yatim Aceh yang menerima beasiswa," ungkapnya lagi.

Jailani Ahmad juga menyebutkan, sebagai upaya memperkuat basis pendidikan Aceh, maka pada peringatan Hardikda Aceh tahun ini, diadakan berbagai kegiatan ilmiah, seperti seminar pendidikan, pameran pendidikan dan pertemuan ilmiah dengan melibatkan para tokoh dan ahli pendidikan nasional. “Berbagai elemen masyarakat juga dilibatkan dalam aktivitas ini sebagai bentuk tanggungjawab moral semua pihak bagi membangun pendidikan Aceh,”jelas Gubernur Zaini Abdullah sebagaimana disampaikan Jailani Ahmad.

Tanggungjawab ini penting dijalankan, sebab sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh sebagaimana tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Aceh periode 2012-2017.

Untuk mencapai sasaran pembangunan pendidikan itu,  semua pihak harus terlibat secara terintegrasi, baik itu Dinas Pendidikan, Kanwil Kementerian Agama, Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah, Bappeda, Majelis Pendidikan Daerah, Perguruan tinggi, dan sebagainya.

 Di samping itu, Pemerintah juga telah membentuk Tim Koordinasi Pembangunan Pendidikan Aceh (TKPPA) dalam rangka mensinergikan tugas dan fungsi masing-masing secara optimal. “Saya berharap semua jaringan ini dapat bekerja secara optimal untuk menghadirkan sistem pendidikan yang terbaik di daerah ini,” demikian Zaini Abdullah. (SA/AKS)