Selamat Datang Di Portal Resmi Kabupaten Aceh Besar

Aceh Besar Bentuk Posko Siaga Banjir

Kategori : Kamtibmas Jumat, 01 Desember 2017 - Oleh admin

Aceh Besar, Media Center - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar membentuk posko siaga banjir di sejumlah kecamatan di kabupaten itu. Pembentukan posko tersebut dimaksudkan agar BPBD Aceh Besar dan jajarannya bisa segera membantu masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi banjir. Sebab, sebagian besar kecamatan di Aceh Besar berpotensi direndam banjir seiring meningkatnya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, langkah itu dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali yang meminta pihaknya terus siaga di seluruh wilayah Aceh Besar terutama kawasan yang rawan banjir dan tanah longsor, seperti Lembah Seulawah, Seulimuem, Kuta Cotglie, Indrapuri, Kuta Malaka, Mesjid Raya, Peukan Bada, Lhoong, dan Kecamatan Leupung.

Selain Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) 02/Pos Damkar Sibreh Keumudee (Sukamakmur) sebagai pos induk, sebut Ridwan, pihaknya juga sudah membentuk pos siaga banjir di sejumlah kecamatan seperti Peukan Bada, Seulimuem, dan Kota Jantho. “Staf BPBD dibantu anggota pemadam kebakaran Aceh Besar terus memantau dan melakukan patroli rutin. Manakala hujan terus-menerus, mereka langsung turun ke lapangan,” ungkap pria yang akrab disapa RJ ini.

Dikatakan, pihaknya juga terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti Kodim 0101/BS dan Polres Aceh Besar untuk mengantisipasi keadaan darurat. “Aceh Besar harus waspada banjir karena hampir seluruh kecamatan dilalui banyak sungai atau anak sungai,” timpal RJ.

Sehubungan dengan cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan di wilayah Aceh Besar akhir-akhir ini, RJ memohon bantuan kepada semua camat untuk terus memantau perkembangan dan situasi di wilayah masing-masing. “Jika terjadi bencana atau kejadian luar biasa lainnya, harap segera melapor ke kami pada kesempatan pertama. Sehingga bisa diambil langkah-langkah penanganan,” harap Ridwan Jamil.

Jika ada kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, dan atau pemukiman penduduk akibat bencana alam, Ridwan berharap Camat dapat membuat laporan tertulis lengkap dengan visual (gambar) dan data pendukung lain yang ditujukan kepada pimpinan daerah dalam jangka waktu 1x24 jam. Tujuannya, tambah Ridwan, agar dapat segera diambil langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

Mengacu pada rilis BMKG bahwa Aceh termasuk Aceh Besar diperkirakan terus diguyur hujan dengan intensitas sedang dan lebat sampai Januari 2018, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, mengimbau masyarakat untuk memastikan lingkungan tempat tinggalnya bersih serta jangan ada riol atau saluran yang tersumbat.

“Sebab, riol atau saluran sumbat akan jadi masalah ketika hujan terus menerus. Aliran air di saluran tak lancar juga salah satu penyebab pemukiman tergenang atau terendam banjir,” ungkap Ridwan Jamil. Ia mencontohkan, Kompleks Perumahan Cinta Kasih Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, sering terendam banjir akibat saluran pembuang utama sudah dangkal dan kotor.

Beberapa hari lalu, menurut Ridwan, beberapa daerah di Aceh Besar juga sempat terendam banjir. “Di antaranya Desa Lampasieng Engking, Kecamatan Darul Imarah, Desa Cot Leuot, Kecamatan Blang Bintang, Kompleks Perumahan Cinta Kasih Neuheun dan Perumahan Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, serta Desa Ajun Ayahanda, Kecamatan Peukan Bada. Banjir juga merusak beberapa infrastruktur di lingkungan pemukiman seperti saluran dan riol di Perumahan Cinta Kasih dan Ujong Batee,” pungkas Ridwan Jamil.(Mc.Abes)