Selamat Datang Di Portal Resmi Kabupaten Aceh Besar

Aceh Besar Launching Logo dan Maskot PORA XIII, Ini Lima Target Sukses Bupati

Kategori : Umum Jumat, 09 Maret 2018 - Oleh admin

 

Aceh Besar, Media Center – Pemerintah Aceh Besar melakukan peluncuran maskot dan logo Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke XIII pada 2018 di Hotel The Pade, Lampeureut, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (9/3/2018). Pelaksanaan even olahraga terbesar di Aceh itu akan berlangsung pada 18-23 November mendatang, yang memperlombakan sebanyak 29 cabang olahraga.

Peluncuran maskot dan logo PORA XIII itu ditandai dengan pemukulan rapai dari para pejabat yang hadir, termasuk Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, beserta beberapa pejabat lainnya. Untuk maskot, PORA kali ini mengambil bentuk gajah putih lengkap dengan desain menggunakan kain sarung dan kupiah meukutop khas Aceh. Sedangkan untuk logo mengambil bentuk senjata khas Aceh Besar yaitu rencong, yang sudah didesain sedemikian rupa.

Mawardi Ali mengatakan, dalam pelaksanaan PORA XIII itu ada lima sukses yang ditargetkan Aceh Besar. Pertama, sebagai tuan rumah Aceh Besar harus sukses dalam menyelanggaran PORA tahun ini melebihi tuan rumah pelaksanaan PORA sebelumnya. Kedua, pemerintah juga menargetkan agar kontingen dari Aceh Besar keluar sebagai juara umum pada perhelatan olahraga bergensi di Aceh kali ini, untuk mendapatkan itu Mawardi menunjuk ketua kontingen dari Aceh Besar Kodim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto.

”Kita harapkan kita menjadi tuan rumah terbaik dari tuan rumah PORA sebelumnya. Kemudian kita menargetkan keluar sebagai juara umum. Atlet kita sudah kita persiapkan, tidak perlu ada Pra-Pora lagi, hanya tinggal latihan-latihan saja,” kata Mawardi.

Setelah itu, target ketiga, katanya, pemerintah mengaharapkan dengan adanya pelaksanaan PORA akan berdampak kepada sukses ekonomi masyarakat. Pada saat kegiatan berlangsung sebanyak 4.500 ribu altlet yang ikut menyukseskan acara tersebut, tentu uang akan berputar di area itu dan secara otomatis ekonomi masyarakat akan meningkat. Kemudian keempat, katanya, pemerintah ingin sukses dalam perihal administrasi terhadap pelaksanaan PORA, agar tidak tersandung sebagai kasus korupsi setelah ajang ini dilaksanakan.

”Baru atlet sebanyak itu, belum lagi penonton dan lain sebagainya, ini juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Kita ingin sukses administrasi, kita ingin pelaksanaan PORA ini sesuai dengan hukum yang ada sehingga tidak ada kecurangan administrasi dalam pelaksanaan PORA ini. Dan kelima kita mengharapkan sukses dalam pembangunan sarana prasarana olahraga yang sudah dibangun sebagai aset sehingga tidak menjadi gendung tua, aset kita ini. Kita nanti sudah ada Jantho Sport City, ada wisma atlet dan semua ada jadi harus kita gunakan, jangan hanya sapi yang kunjungi gedung itu,” ungkap Mawardi.

Kini, pemerintah Aceh Besar terus mempersiapkan sarana prasanan untuk kelancaran dalam keberlangsungan PORA XIII. Beberapa gedung yang akan digunakan para atlet dan official kontingen telah dilakukan peletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan. Dalam hal ini, pemerintah Aceh Besar mengeluarkan anggaran sekira Rp170 milliar untuk pelaksanaan even tersebut.

”Ada sebagian gedung sudah siap, ada yang sudah mula dibangun awal Maret lalu. Kalau dinilai persen sudah 20 persen dari total pembangunan. Untuk anggaran Provinsi Aceh membantu kita sebanyak (rupiah) 80 milliar dalam bentuk fisik dan (rupiah) 20 milliar dalam bentuk non-fisik, dan ada anggaran dari tahun-tahun sebelumnya lagi,” jelas Mawardi.

Sementara itu, Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf mengharapkan pergelaran PORA XIII di Aceh Besar dapat berlangsung dengan baik. Dengan dimulainya peluncuran logo dan maskot tersebut, Aceh Besar sudah mulai mempersiapkan diri dalam melaksanakan even itu. Mualem–sapaan Muzakir Manaf–juga mengharapkan logo dan maskot PORA kali ini dapat digunakan untuk PON ke 21 pada 2024, jika Aceh dan Sumatera Utara terpilih sebagai tuan rumah.

”Semoga sukses, selamat atas launching maskot dan logo PORA XIII pada malam ini. Dan kita harapakan ini akan jadi logo dan maskot PON 2024 mendatang jika Aceh dan Sumut menjadi tuan rumah. Dan sepertinya mungkin Aceh Besar juga pusat pelaksanaanya, sarana prasana sudah dibangun,” pungkasnya. (Mc.Abes)