Selamat Datang Di Portal Resmi Kabupaten Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Berikan Kuliah Umum "Pengalaman dan Pembelajaran Syari'at Islam"

Kategori : Pendidikan Sabtu, 07 Juli 2018 - Oleh mediacenter

Aceh Besar, Media Center -- Bupati Aceh Besar Mawardi Ali memberikan Kuliah Umum tentang Pengalaman dan Pembelajaran Syari'at Islam di STIE TAZKIA Sentul City Bogor yang berlangsung di Meeting Room Lantai 2 STEI Tazkia, Sabtu (7 Juli 2018).

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia adalah sekolah tinggi yang memadukan disiplin ekonomi dan syariah yang berorientasi pada integritas keilmuan dan akhlaqul karimah serta merupakan perguruan tinggi yang difokuskan untuk melahirkan lulusan yang kompeten dalam ekonomi syariah dansiap dalam mengembangkan small & micro enterprise

Pada kesempatan tersebut para dosen dan mahasiswa sangat antusias mendengarkan paparan Bupati Aceh Besar terkait bagaimana pelaksanaan dan penerapan syariat Islam di bumi tanah rencong. Berbagai pengalaman kebijakan yang telah diterapkan di Aceh termasuk anjuran berbusana muslim/muslimah, menutup tempat keramaian saat menjelang waktu sholat sampai anjuran berbusana muslimah bagi pramugari yang berada dan masuk ke provinsi Aceh melalui bandara Sultan Iskandar Muda.

"Syari'at Islam adalah solusi dalam menjalankan kehidupan masyarakat Aceh" tegas Mawardi Ali saat menyampaikan materi.

Dampak pelaksanaan syaria'at islam selama ini telah memberikan kehidupan yang aman, tenteram dan damai dalam mencari rizki serta perolehan hasil penen yang lebih baik bagi masyarakat petani yang dominan di Aceh.

Penerapan syariat islam ddi Aceh merupakan yang pertama si Indonesia, hal ini menjadi sebuah kendala tersendoiri dalam mencari format ideal dalam menjalankan proses penerapannya. Sebagaimana diketahui bahwa pasca Kemerdekaan republik Indonesia, Aceh dikenal sebagai daerah odal telah mengal;ami pasang surut konflik yang berkepanjangan sampai akhirnya terjadi peristiwa yang sangat dahsyat berupa Musibah Gempa dan Trsunami pada 26 desember 2004, dengan jumlah korban jiwa menurut PBB sedikitnya 200.000 orang meninggal.

SEtelah itu terwujudlah perjanjian damai antara Ri dan GAM di helsinkio pada 15 Agustus 2005, konsekwensinya adalah berlakuknya UU Pemerintah Aceh Nomor 11 Tahun2006. UIndang undang ini mengatur tentang kekhususan Aceh dalam bingkai NKRI. ada 26 Kekhususan Aceh dalam UU tersebut salah satunya adalah adanya asas keislaman, asas kepastian hukum, asas kepentingan umum, tertib penyelenggaraan pemerintahan, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, dan asas keselarasan.

Aceh Besar memiliki harapan dan optimisme akan menggapai kemajuan yang pesat dimasa mendatang dengan pelaksanaan syariat yang baik.

(MC. Aceh Besar)