Selamat Datang Di Portal Resmi Kabupaten Aceh Besar

Tinjau Venue PORA, Bupati : "Kerjakan dengan Serius Jangan Asal-Asalan"

Kategori : Olahraga Rabu, 11 Juli 2018 - Oleh mediacenter

Kota Jantho, Media Center - Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali meminta jangan main-main dalam pembangunan fasilitas PORA saat meninjau pembangunan gedung sport center di Kota Jantho, Rabu (11/7).

Pembangunan Fasilitas PORA yang merupakan perhelatan olahraga bergengsi ditingkat provinsi Aceh tersebut menghabiskan anggaran mencapai 100 Milyar.

"Gedung A ini saja menghabiskan anggaran mencapai 20 Milyar, jadi harus dikerjakan dengan benar, harus serius dan mercapai target. jika tidak akan kena denda " Tegas Bupati serius.

Mawardi Ali berkali-kali menyampaikan bahwa PORA adalah pertaruhan besar bagi Aceh Besar dalam menyediakan fasilitas, menjamu dan melayani para atlit dan masyarakat luar Aceh Besar.

Akan memalukan bila pembangunan ini tidak betul-betul di kerjakan dengan baik dan sesuai spek. Menjelang pelaksanaan PORA yang tinggal beberapa bulan ini, beliau segera akan membuat Tim Khusus yang bertugas melaporkan perkembangan pembangunan venue PORA setiap hari kepada Bupati Aceh Besar.

"Saya akan membuat tim khusus yang bertugas untuk mengawasi pembangunan dan memberikan laporan terkait perkembangan pembangunan ini kepada saya". paparnya.

Bupati sendiri akan sering berkunjung dan mengawasi sendiri terkait persiapan dan pembangunan setiap fasilitas yang akan digunakan saat PORA nanti. "Saya akan rajin kemari, sampai kalian bosan melihat saya di sini setiap saat". Ujarnya.

"Gunakan anggaran tepat sasaran jangan sampai anggaran tidak terserap, yang penting jangan asal-asalan. Dan yang paling penting pembangunan selesai tepat waktunya, maka dari itu saya minta kalian buat target waktu yang jelas". Sambungnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar Mardani, SH juga menyampaikan bahwa setiap event olahraga sering kali ada masalah, maka diharapkan di Aceh Besar jangan sampai bermasalah. Makanya jika ada kendala segera sampaikan dan jangan dianggap ini hanya proyek sekali pakai, sehingga mengabaikan estetika bangunan dan kesannya asal-asalan sehingga muaranya itu bisa jadi masalah.

(MC. Aceh Besar)