Selamat Datang Di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar

Mawardi Ali Buka Musrenbang RKPD 2020, Ini 7 Prioritas Pembangunan Aceh Besar

Kategori : Pemerintahan Rabu, 20 Maret 2019 - Oleh mc

Aceh Besar, Media Center – Pemerintah Kabupaten Aceh besar menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tingkat Kabupaten tahun 2020. Musrenbang yang dilaksanakan, Rabu, 20 maret 2019 di Gedung ISBI (Isntitut Seni Budaya Indonesia) tersebut dibuka langsung oleh Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.

Dalam Sambutannya Bupati mengatakan, Musrenbang RKPD Kabupaten Aceh Besar tahun 2020 ini dilaksanakan guna penyusunan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun anggaran 2020 sebagai dasar penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) kabupaten Aceh Besar tahun 2020.

”saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kinerja pembangunan yang telah dilaksanakan oleh seluruh aparatur pemerintahan kabupaten Aceh Besar yang sudah berjalan selama ini, dan masih banyak masukan saran pembangunan dari berbagai lapisan masyarakat yang perlu dijadikan rujukan dalam pelaksanaan pembangunan kedepan” katanya. 

Menurutnya berdasarkan data dari badan pusat statistik menggambarkan beberapa capaian pembangunan  diantaranya peningkatan pendapatan rata-rata atau pdb perkapita kabupaten Aceh Besar dari tahun 2016 sebesar 27,34 juta menjadi 28,44 juta pada tahun 2017. Tetapi peningkatan ini  berbanding terbalik dengan laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Aceh Besar yang mana pada tahun 2016 sebesar 4,01% menurun menjadi 4,00%. Menurunnya laju pertumbuhan ekonomi ini juga tidak terlepas dari pengaruh menurunnya pertumbuhan ekonomi di propinsi Aceh yaitu dari 4,31% pada tahun 2016 dan menurun menjadi 4,14% pada tahun 2017. Tetapi dalam sisi angka kemiskinan kabupaten Aceh Besar mengalami penurunan dari tahun 2017 sebesar 15,41% menurun menjadi 14,47% pata tahun 2018.

Dalam sambutannya Bupati juga menegaskan  7 prioritas pembangunan Pemerintah Aceh Besar yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Pertama adalah pelaksanaan syariat Islam yang meliputi penegakkan hukum, pembangunan sarana ibadah dan pembinaan LPTQ bagi masyarakat Aceh Besar.

“menyediakan sarana ibadah merupakan upaya penegakkan syariat Islam, makanya kita akan bangun tempat ibadah di desa-desa” pungkasnya.

Kedua, peningkatan SDM melalui bidang pendidikan, kesehatan, budaya dan olahraga dan pemberdayaan perempuan. “saat ini kita sudah membangun sistem pendidikan terpadu semoga pendidikan kita tidak kalah dengan daerah lain juga dengan budaya, Aceh Besar banyak memiliki seni budaya ini harus kita jaga dan kita lestarikan agar budaya kita tidak hilang ditelan zaman, sector kesehatan juga tidak kalah penting, insya Allah kita akan membangun rumah sakit daerah yang lokasinya bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Aceh Besar, insya Allah nanti akan kita bangun di Lambaro” ujarnya.

Ketiga, pembangunan infrastruktur, infrastruktur jalan, air bersih transportasi serta irigasi. “keberadaan Krueng Aceh saat ini adalah sumber air bersih baik bagi Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, tentu saja ini tidak akan mencukupi maka dari itu kita perlu membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) di beberapa tempat” pungkasnya.

“insya Allah nanti di bulan 4 kita akan sediakan trans Aceh Besar yang melayani rute Lambaro ke Jantho dan nanti akan rencanakan transportasi ke wilayah-wilayah Aceh Besar lainnya seperti lhoong dan Krung Raya. Mengenai irigasi selain kita bangun irigasi kita perlu mengganti sistem irigasi kita, kita akan gunakan sistem pompanisasi dan pemipaan untuk mencukupi kebutuhan air bagi para petani kita” sambung Mawardi.

Keempat reformasi birokrasi, menurut Bupati Aceh Besar bahwa birokrasi harus yang melayani public dan juga birokrasi yang bersih dan bertanggung jawab, baik dari segi pengelolaan keuangan, system perencanaan daerah dan pemberlakuan kerja.

Sedangkan prioritas pembangunan yang kelima adalah pemberdayaan ekonomi rakyat yang berbasis mukim gampong. Dalam pembangunan ekonomi ini pemerintah daerah akan menggenjot pertumbuhan ekonomi disektor pertanian dan perikanan. “banyak sekali potensi yang kita miliki dan oleh karena itu jangan sampai potensi yang kita punyai sia-sia karena kita tidak bisa memanfaatkannya. Sebab itu kita harus punya perencanaan yang matang agar pembangunan ini terarah” katanya.

Keenam, pemerintah Aceh Besar juga akan memprioritaskan percepatan pembangunandi wilayah pesisir, tertinggal dan terisolir. “banyak sekali potensi wisata Aceh Besar di wilayah pesisir sana, kita punya pantai yang bagus, kalau dikelola dengan baik akan menjadi destinasi wisata yang bagus, tentunya akan membangun ekonomi masyarakat daerah tersebut” ungkapnya.

Yang terakhir adalah, pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. “dari 7 program prioritas kita juga memiliki beberapa yang sangat prioritas salah satunya adalah pengentasan kemiskinan ini, selain itu juga kita akan segera membangun mall pelayanan public yang gunanya adalah memudahkan masyarakat untuk mengurus izin atau surat-surat penting lainnya. Begitu juga dengan irigasi dan air bersih” tegas Mawardi.