Selamat Datang Di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar

Kepala BNPB Menyematkan Rompi JUrRAGAN (Juru Keluarga Tangguh Bencana) Pertama Kepada Bupati Aceh Besar

Kategori : Pemerintahan Minggu, 08 Desember 2019 - Oleh mc

Aceh Besar, Media Center -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo
menyematkan Rompi JUrRAGAN Pertama kepada Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Kepala BMKG Dwikora Karnawati, dan Wali Nanggroe Aceh yang diwakili oleh Staff Ahli Wali Nanggroe Aceh Tgk. Kamaruzzaman.

"Penerima Rompi Jurragan Pertama merupakan pihak-pihak yang diharapkan mampu berperan untuk mengantarkan keluarga di Indonesia menjadi keluarga tangguh bencana," kata Doni usai penyematan rompi pada kegiatan Keluarga Tangguh Bencana (KATANA), Sabtu Malam, Pasi Jantang, Lhoong, Aceh Besar, 8/12/19.

Pada kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa masyarakat harus siap setiap saat ketika bencana datang. "Awas bencana merupakan tanggung jawab bersama, di mulai dari keluarga, pahami bencananya, persiapkan kebutuhan, segera evakuasi," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa tsunami yang melanda Aceh 15 tahun silam, memberikan pelajaran besar bagi umat manusia. "Pengetahuan tentang tsunami kita yang masih kurang, maka itu, dengan program ini, diharapkan seluruh masyarakat tau apa yang harus dilakukan dalam menghadapai bencana dalam bentuk apapun, baik angin puting beliung, banjir, longsor maupun tsunami," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi para peneliti, yang telah melakukan riset tentang mitigasi bencana, khususnya dari Unsyiah (Universitas Syiah Kuala). "Apa yang bapak teliti menjadi warisan untuk lintas generasi ke depan, saya ucapkan terimakasih setinggi tingginya," ujar Doni.


Sementara itu, Bupati Aceh Besar mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan tersebut. "Terimakasih kepada BNPB pusat, membuat kegiatan ini di daerah Aceh Besar, dengan tujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan akan pentingnya kesiapan menghadapi bencana," kata Mawardi Ali.

Ia juga meminta kepada pemerintah pusat, pembelajaran kebencanaan agar bisa dimasukkan ke kurikulum sekolah. "Pengetahuan bencana sangat penting dipahami oleh siswa, mengingat daerah kita yang berada di ring of fire yang rawan sekali bencana, agar mereka nantinya juga sudah memiliki ilmu dasar, minimal tau bagaimana dan kemana arah evakuasi," ujar bupati.

Ia juga mengapresiasi kegiatan KATANA yang menurutnya akan memiliki dampak positif di kawan tersebut. "Giat ini ditutup dengan penanaman bersama Pohon Cemara Udang (8/12), yang nantinya akan menjadi vegetasi pelindung masyarakat dari air laut, jika tsunami terulang lagi, kami berterima kasih sekali,".

Pada kesepatan tersebut, turut hadir unsur Forkopimda Aceh, Forkopimda Aceh Besar, juga tokoh adat dan masyarakat setempat.