Selamat Datang Di Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Terima Audiensi B adan Reintegrasi Aceh (BRA)

Kategori : Pemerintahan Senin, 05 Oktober 2020 - Oleh mc

Aceh Besar, Media Center -- Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali menerima audiensi Tim BRA Aceh dan Aceh Besar dalam rangka pembentukan tim penyediaan lahan bagi mantan kombatan, mantan tapol/Napol Aceh serta masyarakat korban konflik di aula dekranasda, Gani 5 Oktober 2020.

Mawardi Ali meminta Plt. Sekda Aceh Besar Abdullah S.Sos untuk segera membentuk tim verifikasi lahan dan penerima manfaat agar segera dapat di-SK-kan dan bekerja.

"Segera kita bentuk tim dan bekerja, karena sebenarnya ini sudah harus dilakukan sejak lama," ujar Mawardi Ali.

Hal tersebut disampaikannya, setelah mendengarkan paparan Deputi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan sosial Badan Reintegrasi Aceh Agusta Mukhtar terkait dibutuhkan 4.000 hektar lahan dan hasil kerja pemetaan alokasi lahan tersebut serta arah pemanfaatannya bagi para penerima manfaat.

"Masih banyak hutan dan lahan yang masih terlantar belum bisa dimanfaatkan karena tersandung hukum, maka perlu dukungan semua pihak termasuk Komisi IV DPR-RI asal Aceh," ungkap Mawardi Ali.

Ia sangat mendukung dan akan mengerakkan upaya agar para mantan kombatan, Tapol/Napol serta masyarakat imbas konflik masa lalu mendapatkan lahan untuk bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis.

"Pemanfaatan secara ekonomi nanti bisa secara mandiri atau bekerja sama dengan industri," harapnya.

Mantan Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah yang ikut hadir dalam audiensi tersebut mengatakan bahwa tim yang dibentuk pemerintah Aceh Besar nantinya melibatkan Badan Pertanahan, BRA Aceh Besar serta stakeholder lainnya seperti para camat.

"Tugas tim untuk menentukan lokasi lahan, Identifikasi status lahan dan
Identifikasi potensi lahan serta verifikasi penerima manfaat," katanya.

Hadir juga dalam audiensi tersebut Plt Sekda Aceh Besar, Ketua BRA Provinsi Aceh, Tgk Akhyar, Tgk Usman Muda
Kepala Dinas Pertanahan, BPN Aceh Besar, Juanda Jamal.